Senin, 13 Februari 2012

MARSINGGO - Menguak Misteri Tan Malaka

Pahlawan Nasional Yang Misterius


Kepastian bahwa kerangka yang ditemukan dari makam tanpa nisan (2009) di Desa Selopanggung, kaki Gunung Wilis, Kediri, Jawa Timur adalah kerangka Pahlawan Nasional  Tan Malaka masih harus menunggu hasil identifikasi forensik Deoxyribonucleic Acid (DNA). 

Walau demikian, berdasar penelitian sejarah yang dilakukan Harry Poeze dari KTTLV Belanda terhadap sosok Tan Malaka sejak tahun 1972 pemerintah sudah sewajarnya membangun makam Tan Malaka di Taman Makam Pahlawan Kalibata sebagai ikon pejuang.

Pemerintah RI menobatkan Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional pada Maret 1963, tetapi sejarah mengenai kehidupannya tetap misterius. Sejak gugur pada 1949, kematian dan jasad Tan Malaka dirahasiakan.

Menurut Harry, pembunuhan atas Tan Malaka dilakukan  atas perintah Kolonel Sukotjo dari Brigade Surakhmat yang merupakan bagian dari Divisi Brawijaya saat itu. Tan Malaka ditembak saat lari dari kejaran TNI karena dianggap berbahaya untuk TNI, terlalu kiri dan terlalu kritis pada tentara. Pada saat gerilya dan situasi tidak menentu putusan menembak mati sering kali terjadi. 

Walau proses identifikasi DNA Tan Malaka belum selesai, dari segi sejarah soal Tan Malaka selesai sudah. Tinggal pemerintah mau atau tidak membangun makam untuk menghormati Tan Malaka sebagaimana yang dilakukan pemerintah terhadap pahlawan nasional lainnya.

Bila terpaksa bisa juga seperti yang dilakukan pada Otto Iskandardinata, karena tidak diketahui jasadnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil setumpuk pasir dari Pantai Mauk di Banten, tempat Otto diduga dibunuh. Pasir itu dibawa ke Lembang Bandung untuk dibangun makamnya agar generasi muda mengetahui makam pahlawannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar