Kamis, 07 November 2013

DR.H Rahmat Shah


Pengusaha,Pemburu dan Petualang Belantara
Pengusaha sukses dan diplomat yang memperoleh gelar Lord of Rudge dari Inggris, ini telah memperoleh sejumlah penghargaan di tingkat nasional maupun internasional dalam berbagai bidang. Pendiri dan pimpinan Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, Medan, satu-satunya di Asia untuk pendidikan konservasi, ini seorang pemburu dan petualang yang telah menjelajahi hutan belantara, menyelami sungai dan laut di berbagai belahan dunia. Ia satu-satunya putera Indonesia yang namanya masuk buku Great Hunter dan orang Indonesia pertama memperoleh African Big Five Grand Slam Award.Kita hidup dengan apa yang kita dapat tetapi kita membuat kehidupan dengan apa yang kita berikan. Begitu kata pengusaha, anggota MPR-RI dan diplomat, ini mengungkap prinsip hidupnya. Ia seorang putra Indonesia yang telah banyak mengharumkan Indonesia di mancanegara. Sebagai seorang pengusaha sukses ia telah banyak membantu pembangunan sarana olahraga, pendidikan, tempat ibadah, tempat hiburan masyarakat, membangun museum satu-satunya di Asia, dan melakukan kegiatan sosial di mana-mana, khususnya bagi warga yang benar-benar membutuhkannya.

Tidaklah heran bila ada yang berkata,” Andai hati semua orang berpunya sepertinya, Alangkah indahnya. Andai semua pengusaha seperti beliau, barangkali tidak ada lagi kesenjangan sosial yang setiap saat bisa memicu kerusuhan. Ah seandainya !” Kalimat di atas merupakan penggalan dari sepotong surat yang dikirim oleh seorang guru SMP di kota Medan ke Harian Waspada dan dimuat di rubrik “Surat Pembaca” 17 Maret 1997. Surat tersebut menggambarkan kekaguman sosok rakyat biasa terhadap Rahmat yang dikenalnya lewat berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.



Rahmat Shah lahir tanggal 23 Oktober 1950 setelah 12 bulan dikandung oleh ibunya, Hj. Syarifah. Ia anak laki-Iaki kedua dalam keluarga besar Gulrang Shah. Kakak lelakinya, Anif Rahmat adalah anak keenam, tiga saudara lain di atasnya semuanya wanita. Sebetulnya ada satu lagi kakak Rahmat, Habib Shah namanya, namun meninggal dunia di zaman revolusi saat berusia lebih kurang lima tahun. Keluarga Rahmat tergolong keluarga besar, yakni 16 bersaudara, delapan lelaki dan delapan wanita. Mereka semua tinggal di sebuah kota yang bernama Perdagangan, Simalungun, Sumatera Utara.
Semasa kecil Rahmat adalah seorang anak yang aktif. Ia suka berenang, memancing, menjala ikan, dan berburu ke hutan dengan ketapel. Kesenangannya pada hewan-hewan langka dan berbisa juga telah kelihatan sejak kecil.

Ayahnya sangat keras menanamkan prinsip-prinsip hidup yang baik kepada semua anak-anaknya, terutama tentang hidup disiplin, kerja keras, jujur dan cara hidup hemat. Selama Rahmat sekolah di Medan, mereka diberi bekal sangat terbatas untuk kebutuhan sehari-hari. Bukan ia tidak mampu, tetapi ingin semua anaknya terbiasa belajar hemat agar kelak bisa menjadi orang yang berhasil dan berguna serta bisa mengatur kehidupan sesuai dengan apa yang dimilikinya.

Saat duduk di bangku sekolah, entah karena memegang prinsip hidup yang diajarkan orang tua, prestasi Rahmat di bangku sekolah berjalan biasa-biasa saja. Bahkan rankingnya hampir selalu berada di urutan bawah.

Namun hal itu tidak membuatnya rendah diri dan kehilangan ia malah pandai bergaul. Ia bergaul dengan siapa saja, tanpa pandang bulu. Prinsip yang dipegang dalam pergaulan: ‘selalu menepati janji, rajin, ramah dan sopan, serta tanpa pamrih.’ Sikap yang membuatnya cepat akrab dan mempunyai banyak teman dari berbagai kalangan di Indonesia dan negara lainnya.

Soal kebolehan bergaul di masa remaja, ada cerita tersendiri. Di tahun 70-an, ia merupakan remaja berpostur tubuh tinggi dan berwajah tampan sehingga menjadi idola remaja. Dalam Festival Medan Fair ia terpilih sebagai “Pangeran Muda” sebuah simbol kesuksesan, ketampanan dan kegagahan kaum muda Medan saat itu. Hanya bedanya, ia sangat pemalu sehingga selalu diganggu dan dikejar-kejar karena membuat penasaran lawan jenisnya. Ketika ditanya, kenapa ia tidak mempedulikan wanita? Dijawabnya, karena ia belum sukses dan tidak punya uang untuk mentraktir mereka. Ia malu dan tidak pantas kalau harus dibayari dan dibiayai hidup oleh wanita.

Ketampanan tidak membuatnya hanyut atau terperosok jauh ke dalam hingar-bingar pergaulan remaja. Ia berusaha membatasi diri, tetap bekerja keras untuk menggapai cita-citanya sambil tetap bergaul dan aktif berolahraga. Olahraga yang diminatinya adalah boling, biliar dan menembak. Ia juga bermain radio amatir. Ia beberapa kali menjadi juara pada hampir semua olahraga yang ditekuninya. Ketika ditanya, kenapa ia dengan mudah mendapat juara? Dijawabnya dengan singkat, “Untuk menjadi juara sangat mudah tetapi dituntut disiplin yang tinggi dalam latihan dan percaya diri serta mental yang baik jangan selalu berdalih dalam kejuaraan atau pun pertandingan”.

Kala anak-anak muda seusianya asyik menikmati keindahan dunia remaja, ia malah tetap sibuk bekerja keras di sebuah bengkel mobil milik keluarga untuk mencapai tekadnya. Hampir setiap hari ia bermandi keringat dan berlumur oli kotor. Setiap hari ia mengayuh sepeda membawa alat-alat mobil yang berat dan besar ukurannya hingga berpuluh kilometer jauhnya. Dengan kerja keras itulah ia kemudian tertempa menjadi seorang montir serta pekerja yang handal. Sejak usia remaja (lebih kurang 14 tahun) ia sudah terbiasa melakukan proses belajar sambil bekerja learning by doing.

Ia rajin, ulet dan cepat beradaptasi dengan pekerjaan. Anif, kakaknya bertutur: “Saya selalu menugasinya membeli spare parts dengan mengendarai sepeda. Amat orangnya cekatan. Memakai tas punggung belakang sambil membawa plat baja dan tas besar yang diletakkan di boncengannya, ia mengayuh sepeda membawa pesanan spare parts dan peralatan berat untuk diperbaiki oleh tukang bubut. Karena kerajinannya, tepat janji dan ramah, salah seorang tukang bubut langganan bengkel saya, Pak Simin sangat sayang padanya dan memberinya seekor domba.”

Karena harus bekerja guna mencapai cita-citanya ia terbiasa bangun pagi pukul enam dan sering kembali ke rumah dari bekerja dengan tangan, muka dan badan hitam-hitam kena oli kotor. Tidak jarang tiba di rumah sudah larut malam dan langsung terbaring kelelahan terkadang tanpa makan. Banyak sekali pengalaman pahit dan terhina yang dialaminya saat itu, akan tetapi justru hal tersebut yang memacu dan memotivasinya bekerja keras agar dapat berhasil sesuai dengan tekadnya.

Begitulah pengorbanan dan perjuangan Rahmat. Ia merelakan sebagian masa remajanya yang indah dilalui dengan kerja keras. “Saya hampir tak punya kesempatan melewati serba-serbi masa remaja. Selalu sibuk bekerja dan belajar seluk-beluk usaha. Saya ingin menjadi seorang yang sukses,” tuturnya. Keinginan mencapai sukses merupakan motivasi dan pemicu yang kuat. “Saya harus sukses dan punya agar bisa membantu keluarga, teman-teman, bangsa, dan negara,” begitu tekad yang sudah tertanam di dalam hatinya sejak usia muda.

Kepribadiannya yang memiliki semangat bekerja keras dan ulet, membuat Surya Paloh, pengusaha muda Medan yang sukses saat itu, menaruh simpati. Suatu hari, Surya Paloh (kini pengusaha dan publisher terkemuka di Indonesia pemilik Surat Kabar Media Indonesia, Lampung Pos, Metro TV, dan berbagai usaha besar lainnya), mengajak Rahmat bergabung, bekerja pada perusahaan miliknya, PT Ika Diesel. Perusahaan ini menjadi agen tunggal mobil Ford dan memiliki workshop (bengkel) khusus yang lengkap, serta pembuat berbagai karoseri untuk badan truk dan bus berbagai model yang saat itu satu-satunya di Sumatera Utara.

Rahmat menyambut tawaran itu dengan senang hati. Baginya bekerja di perusahaan mobil dan bengkel tidaklah sulit karena telah punya pengalaman bekerja di bengkel. Jabatan pertama di PT Ika Diesel sebagai workshop manager. Semua tugas dikerjakan dengan baik, bahkan seringkali melampaui target yang diberikan oleh bosnya.

Saat bekerja di perusahaan tersebut, menurut Kwik Sam Ho (A HO), rekan kerjanya, Rahmat mampu melakukan lobi-Iobi yang luar biasa, terutama menerobos pasar asuransi dan perkebunan. Hampir semua merek kendaraan, di antaranya Toyota, Daihatsu, Chevrolet, Volks Wagen (YW), dan Ford menjadi langganan PT Ika Diesel karena approach dan janji Rahmat yang tepat. Ia selalu melakukan pekerjaan seperti perusahaan itu adalah miliknya. Itulah yang membuat karir dan namanya terus melejit dan dipercaya di mana-mana. Karirnya terus berkembang hingga ia dipercaya menjadi kuasa direksi dan akhirnya menjadi mitra usaha.

“Kepercayaan penuh telah diberikan, semua fasilitas sudah ada, tinggal bagaimana meningkatkan prestasi yang dapat menguntungkan usaha. Untuk dapat menjangkaunya, kita harus konsentrasi pada pekerjaan, melakukan segala sesuatu dengan segera sebagaimana mestinya serta harus menganggap perusahaan itu milik kita, sehingga dapat merasakan pahit ruginya dan manis untungnya,” kenang Rahmat.


Dua bersaudara, Surya Paloh dan Rusli Paloh, merupakan atasannya yang selalu memberi kesempatan dan mendorongnya agar berkembang menjadi seorang pengusaha. Melihat cara kerja, penampilan dan wawasan Rahmat yang mengesankan, mereka berdua yakin suatu saat Rahmat bisa menjadi orang sukses.

Atas perkenan dan dukungan kedua bosnya, Rahmat berhenti dari PT Ika Diesel. Kemudian ia membuka usaha sendiri. Tahun 1980 ia mendirikan PT Unitwin Indonesia yang bergerak dalam keagenan berbagai produk dari dalam dan luar negeri, di samping supplier dan kontraktor.

Ramalan Surya Paloh dan Rusli Paloh tentang masa depan Rahmat, menjadi kenyataan. Begitu ia membuka usaha sendiri, nama Rahmat cepat berkibar dan terkenal sebagai pengusaha muda yang ulet dan tangguh. Dalam waktu relatif siligkat, kegiatan usahanya merambah ke berbagai proyek berskala besar. Mulai dari proyek pembangunan pabrik, jalan, irigasi, perumahan, sampai memasok alat-alat berat untuk perusahaan perkebunan. Wilayah ekspansinya terus meluas hingga ke Jakarta, Kalimantan, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Jepang, Korea, USA dan Kanada.

Ia kemudian memutuskan untuk hijrah ke Jakarta dan memimpin usahanya dari sana pada tahun 1984, bersama isterinya yang cantik, Rose, gadis Melayu asal Singapura yang disuntingnya pada tahun 1983 ketika berusia 33 tahun, yang memberinya tiga anak, satu puteri dan dua putra.

Selama tinggal di kota metropolitan, ia mengembangkan diri ke pergaulan bisnis yang lebih luas. Tekadnya untuk menjadi salah seorang pengusaha nasional yang tangguh makin besar. Ia bergaul dengan orang-orang penting, mulai dari birokrat, politisi, sampai militer.

Dua orang jenderal yang kemudian dianggap sebagai pengganti orang tua di perantauan yang selanjutnya menjadi mitra usahanya ialah Jenderal TNI Widjojo Soejono, mantan Kaskopkamtib, dan Jenderal Pol. Widodo Budidarmo, mantan Kapolri. Bersama mereka, ia mendirikan PT Wiraco yang bergerak dalam perdagangan dan keagenan dari USA, Kanada, Singapura dan beberapa negara lainnya.

Melalui kepemimpinannya yang ulet, gigih dan pantang menyerah, perusahaan ini berhasil memenangkan sejumlah tender proyek besar, di antaranya menjadi pemasok produk luar negeri dan Robco Canada untuk sejumlah perusahaan industri besar, seperti PT Krakatau Steel, Semen Padang, Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) Bandung, PT PAL dan lain-Iain industri besar yang membutuhkan produk mereka.

Dalam mengembangkan usahanya, Jenderal TNI Widjojo Soejono memiliki filosofi jitu yang hingga saat ini tetap dipegang dan diamalkan Rahmat, “Low Profile, High Profit”.

Dari Jakarta, Rahmat juga membuka dan mengendalikan PT Agrowiratama, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit dan kakao dengan luas areal mencapai lebih kurang 11.000 hektar di Padang. Suatu hal yang patut menjadi kebanggaan baginya, ketika perusahaan besar dari beberapa negara, Kanada, USA, Singapura, Malaysia, Filipina dan Indonesia, mendirikan sebuah perusahaan patungan (joint venture) di Singapura. Ia dipercaya menjadi Presiden Direktur. Suatu kepercayaan internasional yang tidak mudah mencapainya.

Tahun 990, tatkala Gubernur Sumatera Utara mencanangkan program gerakan Marsipature Hutana Be, semacam ajakan kepada pengusaha kelahiran Sumut yang telah sukses di perantauan agar kembali memperhatikan tanah kelahiran, hati Rahmat tergugah. Setelah kurang lebih delapan tahun menetap di Jakarta, ia memilih untuk kembali ke daerah asal kelahirannya, Medan, Sumatera Utara. Ia kembali justru ketika begitu banyak peluang dan kesempatan di ibukota.

Di Medan, ia mendirikan pabrik pengolahan aluminium PT Cakra Aluminium Industry (CAI), bekerja sama dengan salah seorang pengusaha daerah yang kemudian berubah menjadi Cakra Compact Aluminium Industries dan statusnya menjadi perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) karena bermitra dengan Compact Me.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : DR. H. RAHMAT SHAH
Tanggal Lahir : 23 Oktober 1950
Tempat Lahir : Perdagangan – Simalungun, Sumatera Utara – Indonesia
Pendidikan : SD Khalsa Medan, Tahun 1957 – 1963, Tamat SMP Khalsa Medan, Tahun 1963 – 1966, Tamat SMA Widyasana Utama, Tahun 1966 – 1969, Tamat Doktor Honoris Causa, Lincoln University, USA, Tahun 1999
Pekerjaan : Pengusaha & Diplomat, Anggota DPD – MPR RI Agama : Islam Kebangsaan : Indonesia
Status : Menikah, 3 Anak II. PENGALAMAN KERJA & PEKERJAAN :
1. Tahun 1965 s/d 1970 Pembantu Montir Bengkel Mobil MSH, Medan
2. Tahun 1970 s/d 1980 Workshop Manager, Sales Manager, Kuasa Direksi PT. Ika Diesel Brothers, Medan.
3. Tahun 1980 s/d saat ini Direktur PT. UNITWIN INDONESIA - Perkebunan, Real Estate, Export Import, Trading, Contractor, Sumatera Utara - Indonesia
4. Tahun 1991 s/d 1994 Direktur Utama PT. CAKRA MANTAPUTAMA–ALUMINIUM INDUSTRIES (PMDN), Sumatera Utara - Indonesia
5. Tahun 1994 s/d 2008 Komisaris Utama PT. CAKRA COMPACT ALUMINIUM INDUSTRIES (PMA) – Sumatera Utara - Indonesia
6. Tahun 1994 s/d 2002 Direktur Utama PT. SEMBADA SENNAH MAJU – Perkebunan Karet dan Kelapa Sawit, Sumatra Utara - Indonesia
7. Tahun 1996 s/d saat ini “KONSUL JENDERAL KEHORMATAN” Republik Turki untuk hubungan perdagangan langsung meliputi seluruh Wilayah Pulau Sumatera.
8. Tahun 1996 s/d saat ini Ketua “YAYASAN RAHMAT” Medan Sumatera Utara – Indonesia
9. Tahun 1996 s/d saat ini Pimpinan & Pengelola “TAMAN HEWAN” P. Siantar Sumatera Utara - Indonesia
10. Tahun 1999 s/d saat ini Pimpinan “RAHMAT” International Wildlife Museum & Gallery, Medan Indonesia
11. Tahun 1999 s/d 2004 ANGGOTA MPR-RI (Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia)
12. Tahun 2004 s/d saat ini Direktur PT.Fajar Agung Perkebunan Karet dan Kelapa Sawit Sumatera Utara – Indonesia
13. Tahun 2005 s/d saat ini Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia (PKBSI)
14. Tahun 2009 s/d saat ini ANGGOTA DPD – MPR RI ( Dewan Perwakilan Daerah – Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia )
III. ORGANISASI MASYARAKAT
1. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara Periode 2011 – 2016
2. Ketua MEDAN CLUB, Eksklusif Member’s Club yang gedung-gedungnya didirikan sejak tahun 1879 selama 10 tahun (1994-2004).
3. Ketua Dewan Pakar Inkubator Bisnis & Teknologi USU (Universitas Sumatera Utara)
4. Dewan Pakar FKKB (Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa) Sumatera Utara-Indonesia
5. Dewan Pembina FOKSI (Forum Konservasi Satwaliar Indonesia) Bogor-Indonesia
6. Ketua Dewan Kehormatan Pendiri Rhythm Nation
7. Pembina Nation Institute
8. Dewan Penasehat MUI (Majelis Ulama Indonesia) Tk.I Sumatera Utara – Indonesia
9. Dewan Penasehat LIRA (Lumbung Informasi Rakyat Indonesia) Sumatera Utara
10. Penasehat Pesantren Darularafah Raya
11. Penasehat Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Sumatera Utara
12. Anggota Supporter GREEN PEACE International
13. Penasehat PARSI (Persatuan Artis Sinetron Indonesia) Sumut
14. Pendiri “YASRI” (Yayasan Sumatera Lestari) Sumatera Utara – Indonesia
15. Ketua & Pendiri Pesantren H.MOHAMMED Sumatera Utara – Indonesia
16. Ketua Dewan Pembina MABMI (Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia) Sumatera Utara – Indonesia
17. Dewan Pembina HSBI (Himpunan Seni Budaya Islam) Sumatera Utara – Indonesia
18. Dewan Pembina LPPTKA (Lembaga Pembinaan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an) Sumatera Utara Indonesia
19. Anggota Dewan Pertimbangan Badan Amil Zakat (BAZ) Propinsi Sumatera Utara
20. Pembina Ikatan Sarjana Manajemen Pendidikan Indonesia Provinsi Sumatera Utara
21. Penasehat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Utara
22. Penasehat REMPALA (Remaja Mesjid Pencinta Alam Indonesia) Sumatera Utara
23. Pembina Himpunan Nelayan Indonesia (HNSI) Provinsi Sumatera Utara
24. Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) PGRI Provinsi Sumatera Utara
IV. ORGANISASI USAHA
1. Dewan Pembina REI (Real Estate Indonesia) Sumatera Utara – Indonesia
2. Dewan Kehormatan BPD-HIPMI (Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
3. Dewan Penasehat Asosiasi Kota Bersaudara Medan-Ichikawa, Sumatera Utara – Indonessia
4. Dewan Pembina AMI ( Assosiasi Manager Indonesia) Medan, Sumatera Utara – Indonesia
5. Dewan Pembina IMA (Indonesia Marketing Association) Sumatera Utara Indonesia
6. Dewan Pembina LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia) Sumatera Indonesia
V. ORGANISASI OLAHRAGA
1. Regional Representative Safari Club International (SCI) untuk China dan Jepang
2. Penasehat Pengurus Besar FORKI Jakarta
3. Penasehat & Penatar Nasional Bidang Berburu PB. PERBAKIN (Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia)
4. Ketua Umum Pengprov FORKI (Federasi Olah Raga Karate-do Indonesia) Sumatera Utara
5. Ketua Umum CAKRA SHOOTING & HUNTING CLUB, Sumatera Utara Indonesia
6. Ketua Koordinator REPALA (Remaja Pecinta Alam) Sumatera Utara – Indonesia
VI. KEGIATAN SOSIAL
1. Pendiri “INTERNATIONAL WILDLIFE MUSEUM & NATURE GALLERY”, Satu-satunya di Asia Untuk Pendidikan Konservasi
2. Wakil Ketua Task Force (DPD RI Peduli) yang aktif memberikan bantuan bagi korban bencana di wilayah Republik Indonesia
3. Pembina Badan Pelaksana Persiapan Museum Pers Sumut
4. Pembina Utama Kelompok Pecinta Alam AKARI Green Team
5. Anggota Kehormatan ROTARY CLUB, Sumatera Utara – Indonesia
6. Anggota Kehormatan LIONS CLUB, Sumatera Utara – Indonesia
7. Bapak Angkat Tetap dari beberapa Pengusaha Kecil & Industri-Industri Kecil di Indonesia
8. Bapak Angkat dan Donatur Tetap dari beberapa Orang Anak Asuh
9. Donatur Tetap bagi Pendidikan Anak-Anak Cacat Mental di yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC)
10. Donatur Tetap bagi PMI (Palang Merah Indonesia) Sumatera – Utara
11. Dewan Penyantun IAIN Medan Sumatera Utara
12. Membangun & Merenovasi Bangunan beberapa Masjid di Sumatera Utara
13. Membangun & Merenovasi Bangunan beberapa Sekolah di Sumatera Utara
14. Membangun dan Merenovasi rumah-rumah kumuh di Sumatera Utara
15. Memberi bantuan dan Merehabilitasi tempat tinggal tidak layak huni pola ALADIN (atap, lantai, dinding) dan para korban bencana alam di beberapa daerah Indonesia
16. Memprakarsai Pembangunan Monumen Nasional “KEADILAN”
B. MEMBERIKAN BANTUAN RUTIN UNTUK PENDIDIKAN, PEMUDA, OLAHRAGA, USAHA KECIL, MASYARAKAT TIDAK MAMPU (PRA SEJAHTERA) DAN KEGIATAN – KEGIATAN SOSIAL LAINNYA.
VII . KEGIATAN BIDANG KESEHATAN
1. Membuat selebaran dalam rangka program kampanye ANTI NARKOBA bekerjasama dengan AKSARA (Aliansi Kampanye Sumatera Utara) tahun 2003
2. Memberikan bantuan untuk korban gempa & tsunami berupa produk dari Unicity seperti suplemen kesehatan, obat-obatan, susu bubuk, saringan air bersih pada tahun 2005
3. Mengadakan pengobatan gratis dan donor darah bagi korban gempa & tsunami untuk Prop. NAD dan Sumut kerjasama dengan Yayasan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia tahun 2005
4. Mengadakan Seminar Kesehatan tentang Penyakit Kanker dan Penyakit Kanker Leher Rahim di Perumahan Cemara Hijau pada tahun 2008
5. Mengadakan Seminar Kesehatan tentang Penyakit Stroke, Pembuluh darah & Jantung di Perumahan Cemara Hijau Tahun 2008
6. Mengadakan kegiatan penyuluhan tentang bahayanya Narkoba & HIV / AIDS kepada para pelajar Tingkat SMU bekerjasama dengan RADAR Indonesia di Rahmat Gallery tahun 2008
7. Memfasilitasi sosialisasi tentang kesehatan bersama para ahli kesehatan dari berbagai negara di Rahmat Gallery, Medan
8. Memfasilitasi kegiatan donor darah bersama dengan PMI Sumut dan Pemuda UMNO Malaysia di Rahmat Gallery VIII.
HOBBY
A. “ INTERNATIONAL HUNTER” Pemburu International & Perburuan Legal dalam rangka Konservasi Alam, mencegah kepunahan binatang-binatang liar di dunia dengan konsep “KONSERVASI DENGAN PEMANFAATAN” yang telah diterapkan oleh hampir seluruh negara
B. “SCUBA DIVING” (Menyelam), memiliki Sertifikat International
C. “BIG GAME FISHING” memancing ikan-ikan besar dengan alat khusus bagi jenis dan ukuran ikan tertentu
D. Anggota beberapa GOLF CLUB Indonesia & Internasional E. Menyediakan dan mendirikan penangkaran satwa liar dengan tujuan menggabungkan populasi satwa dan pendidikan konservasi
IX. BISNIS & SPORT CLUB
A. Anggota Seumur Hidup (Life Member) “SAFARI CLUB INTERNATIONAL”, USA
B. Anggota Seumur Hidup (Life Member) “INTERNATIONAL PROFESSIONAL HUNTERS’ ASSOCIATION” AFRIKA
C. Anggota Seumur Hidup “MERCANTILE CLUB” Jakarta – Indonesia
D. Anggota Hidup “EXCHANGE CLUB INTERNATIONAL” Medan – Indonesia
E. Anggota “MEDAN CLUB” Medan – Indonesia
F. Anggota Golf Club “GRAHA HELVETIA” Medan – Indonesia
G. Anggota Golf “BUKIT BARISAN” & Country Club, Medan – Indonesia
X.PRESTASI
1. Telah masuk di RECORD BOOK, SCI – USA
2. Telah menerima DANGEROUS GAME OF AFRICA
3. Telah memperoleh SCI Master Measurer
4. Telah mendapatkan beberapa GOLD AWARD dari SCI – USA
5. Namanya telah tertera di dinding Museum Safari Club International di Tucson – Amerika
6. Memiliki Colonel Award Canada
7. Beberapa kali Juara Target Shooting Junior 1970-an
8. Beberapa kali Juara I Bowling dan Pemain Nasional
9. Beberapa kali Juara Safari Wisata Buru
10. Beberapa kali Juara Bilyard Medan Club
11. Juara I Signal Hunting Radio (Orari) 1980-an
12. Tahun 1991 terpilih sebagai “Pria Berbusana Terbaik Indonesia”
13. Tahun 1992 terpilih sebagai “Pria Super”
14. Tahun 1993 terpilih sebagai “Man of the Year”
15. Tahun 1993 terpilih sebagai “Tokoh Populer”
16. Tahun 1995 dinobatkan sebagai “Top Executive Indonesia”
17. Tahun 1997 terpilih sebagai “Pria Berbusana Rapih & Serasi”
18. Tahun 1998 dinobatkan sebagai “Tokoh Citra Mandiri Pria Indonesia”
19. Tahun 2000 menerima Lencana Emas dari Pers sebagai “Tokoh Pengusaha Pendiri Museum Satwa Liar Internasional Pertama” di Asia
XI. PENGHARGAAN YANG DITERIMA
A. PENGHARGAAN INTERNATIONAL
1. “SAFARI CLUB INTERNATIONAL” Tahun 1988
2. “PROFESSIONAL HUNTERS’ ASSOCIATION OF SOUTH AFRICA, RENO, NEVADA USA” tahun 1990
3. “OFFICIAL MEASURER, USA, Tahun 1990 dan Tahun 1991
4. “INTERNATIONAL PROFESSIONAL HUNTERS ASSOCIATION”, RENO, NEVADA, USA Tahun 1991
5. “SCI WORLD HUNTING AWARD”, di AMERIKA Tahun 1994
6. “HUNTING ACHIEVEMENT AWARD”, Tahun 1994
7. “TROPHY ANIMALS OF SOUTH OF PACIFIC’, Tahun 1994
8. “TOP TEN AWARD”, Tahun 1994
9. “INTERNATIONAL CONSERVATION AWARD”, di AMERIKA Tahun 1995 & 1999
10. “MASTER MEASURER, USA”, Tahun 1995
11. “THE BIG FIVE GRAND SLAM INTERNATIONAL AWARD”, di AMERIKA Tahun 1996
12. “INTERNATIONAL BEST EXECUTIVE AWARDS”, di Jakarta Tahun 1996
13. “ASEAN DEVELOPMENT CITRA AWARDS”, di Jakarta Tahun 1996
14. “INTERNATIONAL DEVELOPMENT BEST ECONOMIC EXECUTIVE AWARDS”, di Jakarta Tahun 1997
15. “NATIONAL GEOGRAPHIC SOCIETY”, Tahun 1998 B.
PENGHARGAAN NASIONAL
1. SAHWALI AWARD, Bali Tahun 1993
2. Indonesia Forum, “SEGITIGA PERTUMBUHAN INDONESIA – MALAYSIA – THAILAND” Medan tahun 1993
3. Pengurus Besar PERBAKIN, Jakarta tahun 1993
4. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tahun 1996
5. PRIMANIYARTA, Ekspor Non Migas, dari Presiden RI, Jakarta, Tahun 1997
6. Rapat Kerja Nasional Real Estate Indonesia, Tahun 1997
7. Pengurus Besar Dharma Pertiwi, Tahun 2000
8. MUSEUM RECORD INDONESIA (MURI), Tahun 2000
9. Menteri Lingkungan Hidup RI, sebagai Nominasi Peraih Penghargaan Kalpataru 2001
10. Peraih Juara Nasional kategori Kegiatan Konservasi Alam & Kegiatan Pecinta Alam tahun 2003 & 2008
11. Satyalancana Pembangunan Bidang Lingkungan Hidup tahun 2007
12. PKS AWARD atas perhatian dan kepedulian terhadap lingkungan hidup tahun 2009
13. Lembaga Konservasi Teladan dari Menteri Kehutanan RI, Tahun 2009 - Dan Penghargaan-penghargaan Nasional lainnya
C. PENGHARGAAN DAERAH
1. Yayasan Sultan Iskandar Muda, Sebagai orang tua asuh, Medan tahun 1992
2. Gubernur KDH. Tk.I Sumatera Utara, Medan tahun 1992
3. Panitia Seminar GPDT-MHB, Medan tahun 1993
4. PERBAKIN, Safari Wisata Buru, Piala GUBSU IV, Tahun 1994
5. Keluarga Besar Repala (Remaja Pencinta Alam), Medan, Tahun 1994
6. Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Cabang Medan, Medan Tahun 1994
7. PENGDA PERBAKIN Tahun 1995
8. PANGLIMA KODAM – I / BUKIT BARISAN, Medan, Tahun 1995
9. PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA, Medan, Tahun 1995
10. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, Medan, Tahun 1995
11. Gubernur KDH Tk.I Sumatera Utara, Lomba Lintas Wisata Alam Tahura Bukit Barisan II, Tahun 1995
12. Yayasan Arief Rachman Hakim (Eksponen 66) Sumatera Utara, Medan, Tahun 1995
13. Gubernur KDH. Tk.I Sumatera Utara, Medan, Tahun 1996
14. Tokoh Wartawan Terbaik Tahun 1996, Medan, Tahun 1996
15. PANGLIMA KOMANDO DAERAH MILITER I / BUKIT BARISAN, Medan, Tahun 1997
16. DPD Tk.I Generasi Muda KOSGORO Sumatera Utara, Medan, Tahun 1997
17. Komite Nasional Pemuda Indonesia, Sumatera Utara, Medan 1997
18. Pemuda & Lingkungan Hidup, Tahun 1997
19. Jhon Robert Power, Medan, Tahun 1998
20. Gubernur KDH. Tk.I Sumatera Utara, untuk Pendirian Museum, Gallery Satwaliar satu-satunya di Asia Tahun 1998
21. Inkubator Bisnis & Teknologi, Universitas Sumatera Utara “CIKAL” tahun 1998
22. BKKBN, Propinsi Sumatera Utara, Medan Tahun 1999
23. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara, Medan, Tahun 1999
24. Pavilium Rumah Adat Melayu Sumatera Timur, Tahun 1999
25. Perguruan Karate Full Contact KALA HITAM, Medan Sumatera Utara, Tahun 1999
26. PERBAKIN, KAPOLDASU CUP, Tahun 1999
27. IMABI (Institute of Management of Business Modern), Tahun 1999
28. Giriwana Wisata Alam Sumatera Utara ke VII & Kemah Kerja Konservasi, Tahun 2000
29. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Sumatera Utara, Medan, Tahun 2000
30. Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED), Tahun 2000
31. Himpunan Pemuda Nias Indonesia (HIPNI), Tahun 2000
32. Lion Club Medan Prima, Tahun 2000
33. Unit Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara I Medan
34. Gubernur Sumatera Utara Partisipasi 5000 bibit pohon, tahun 2009
35. Gubernur Sumatera Utara Seminar Nasional Formula Dana Perimbangan Bagi Hasil Perkebunan, tahun 2010
36. Pemerintah Kota Binjai, Tahun 2010
37. Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Tahun 2010 - Dan Penghargaan – Penghargaan Lainnya
 D. UCAPAN TERIMA KASIH
1. Yayasan Gedung Juang Enam – Enam Sumatera Utara, Medan
2. Jakarta Stock Exchange, , Nomor : S 28 / PIPM – MDN / 0897
3. LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia)
4. Universitas Sumatera Utara, Nomor : 2024 / J05 / TU / 1998
5. Embassy of The Republic of Iraq, Jakarta
6. Yayasan Abdi Kasih, Medan (Pembinaan Anak Cacat)
7. Panitia Seminar Nasional Reformasi Total Demi memberdayakan Seluruh Rakyat Indonesia Guna Menyongsong Era Globalisasi Melalui Pengembangan Institusi dan SDM Yang Sesuai Dengan Pancasila dan UUD 1945, Medan
8. Gubernur Lemhanas
9. Menteri Sekretaris Negara
10. Suasa Wira (M) SDN. BHD. Malaysia
11. Menteri Negara Transmigrasi & Kependudukan
12. Bupati Kepala Daerah Tk. II Kabupaten Langka
          http://rahmatshah.tumblr.com/Biography

Tidak ada komentar:

Posting Komentar