Senin, 09 Januari 2012


 Sabtu, 7 Januari 2012
Teheran (ANTARA News/IRNA-OANA) - Kementerian Luar Negeri Iran, Jumat, mengutuk operasi teroris di Damaskus yang mengakibatkan 26 orang tewas dan 63 orang lainnya cedera.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, dalam satu pernyataan yang disiarkan Jumat menyatakan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Suriah, serta keluarga korban ledakan.

"Pemerintah dan rakyat Suriah bersatu padu, sangat waspada sehingga akan mengecewakan sumbu Zionis-Amerika yang memiliki rencana untuk memprovokasi perang sipil, dan separatisme di kawasan ini," kata Mehmanparast menambahkan.

Menurut laman jejaring sosial Almanar, Lebanon, Kantor Hubungan Media Hizbullah juga dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat, mengutuk kejahatan teroris dan menganggap Amerika dalam posisi memaksakan dirinya ke kawasan ini untuk membangkitkan hasutan di dalamnya, dalam upaya menutupi kekalahan Amerika yang ditampakkan dalam penarikan pasukannya dari Irak, dan kekalahan di Afghanistan barat.

Kementerian Luar Negeri Rusia dan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) dalam laporan terpisah mengutuk operasi teroris pada Jumat di Suriah itu.

Ratusan pengunjuk rasa Suriah juga berkumpul di tempat kejadian, menyerukan eksekusi bagi teroris yang berada di belakang ledakan.

Para pemantau Liga Arab juga hadir di tempat kejadian ledakan untuk menyelidiki masalah ini.

Orang-orang Suriah, berbicara kepada wartawan IRNA di lokasi kejadian mengatakan mereka percaya bahwa unsur-unsur rezim Zionis berada di balik semua kegiatan teroris di dalam negeri.

Sejumlah warga Suriah berkumpul di tempat ledakan dan meneriakkan slogan-slogan mendukung pemerintah Bashar Assad.

Sekitar 26 orang tewas dan 63 lainnya terluka dalam ledakan teroris yang ditargetkan pada bus polisi Suriah pada Jumat, kata pernyataan resmi yang disiarkan oleh Menteri Dalam Negeri Mayor Jenderal Mohammad Ibrahim al-Shaar, Jumat malam.

Pernyataan mencatat bahwa salah satu bagian tubuh manusia yang tersisa di tempat kejadian diyakini sebagai bagian dari mayat pelaku pembom bunuh diri.

Meskipun hampir 10-bulan kerusuhan yang dikipas AS di Suriah, Damaskus dalam situasi relatif tenang, namun kekerasan di ibu kota telah meningkat.

Pada 23 Desember, menurut pihak berwenang Suriah, dua pembom mobil meledakkan diri di luar kompleks badan intelijen negara yang dijaga ketat, menewaskan sedikitnya 44 orang dan melukai 166 lainnya.

Televisi negara mengatakan jaringan Al Qaida kemungkinan disalahkan atas ledakan-ledakan itu.

Suriah telah mengalami kerusuhan sejak pertengahan Maret dengan serangan-serangan terorganisasi baik oleh geng-geng bersenjata terhadap pasukan polisi dan penjaga perbatasan Suriah yang dilaporkan di seluruh negeri.

Ratusan orang, termasuk anggota pasukan keamanan, telah tewas, ketika beberapa aksi protes berubah menjadi bentrokan bersenjata.

Pemerintah menyalahkan para pelanggar hukum, sabotase, dan kelompok teroris bersenjata atas kematian itu, dan menekankan bahwa kerusuhan sedang diatur dari luar negeri.

Pada Oktober, ketenangan akhirnya dipulihkan di negara Arab itu setelah Presiden Bashar al-Assad memulai prakarsa reformasi di negara ini, tetapi AS dan rezim Zionis bisa memicu beberapa kerusuhan baru di bagian-bagian tertentu negara itu.

(Uu.H-AK/H-RN)


Editor: Ruslan Burhani

Minggu, 08 Januari 2012

Marsinggo - Ferianto: Esemka Itu Bentuk ‘Swadhesi’ Indonesia



 Sejumlah siswa memasang mesin pada kerangka mobil Kiat Esemka di Solo Techno Park, Kamis (5/1). Meski belum ada izin produksi mobil Kiat Esemka karya SMK 2 dan SMK Warga, mendapat respon dari masyarakat sangat baik terbukti pesanan yang masuk sudah ratusan unit dalam waktu kurang dari sepekan. TEMPO/Andry Prasetyo




 Minggu, 08 Januari 2012 | 04:24 WIB
TEMPO.CO, YOGYAKARTA:-Kemunculan mobil Kiat Esemka Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai bentuk nyata gerakan “swadeshi’ ala Indonesia. Gerakan itu jadi modal untuk melawan mental yang terlanjur latah dan terjajah dengan produk asing selama ini.

Seniman gaek Yogyakarta, yang juga pendiri sanggar Kua Etnika dan Orkes Sinten Remen, Djaduk Ferianto menuturkan munculnya mobil yang dirakit para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang jadi buah bibir saat ini jadi awal pemecah kejenuhan panjang Indonesia yang bermimpi berdiri sebagai negara berdikari.

“Tak usah melihat buruknya dulu apakah mobil itu cuma merakit atau meniru, itu ekspresi yang harus dilihat sebagai awal kebangkitan, itu cara swadeshi-nya Indonesia,” kata Djaduk kepada Tempo Sabtu 7 Januari 2012.

Sejumlah sikap pejabat negeri, mulai yang menuding hanya demi kepentingan politis pencitraan atau meremehkan sebagai mainan anak-anak karena cuma merakit, dianggap Djaduk sebagai upaya mempertahankan status quo segelintir elit.

“Semua proses kreatif kan diawali meniru dulu, baru menciptakan sendiri. Proses ini pun terjadi di negara maju. Manusia saja ketika lahir juga meniru orang tuanya dulu,” kata adik monolog Butet Kartaradjesa itu.

Djaduk menambahkan, seburuk apapun mobil Esemka itu telah menunjukkan bahwa masyarakat yang ada di bawah selama ini terus bekerja. Namun selalu dibaikan. “Jadi kalau ada yang curiga, mending ‘dipendem’ (dikubur) saja,” kata dia.

Djaduk berharap, setelah booming Esemka ini, pemerintah semakin terbuka matanya untuk memperhatikan hasil-hasil dari anak negeri lainnya dan memberinya kesempatan untuk berkembang di negeri sendiri.

“Semua sudah hafal dan jenuh dengan tingkah pejabat yang hanya mengumbar wacana, teori, dan lip service. Sudah saatnya malu dan mulai bergerak,” kata dia.

Sementara seniman Yogyakarta lain, Ong Hari Wahyu menuturkan rintisan mobil Esemka Jokowi cukup dahsyat menjadi gebrakan penyadar bangsa meski belum menunjukkan suatu kreativitas secara penuh.

“Memang masih seperti puzzle, merakit dari bagian-bagian yang sudah dibuat di tempat lain. Tapi ini proses awal yang harus segera diarahkan agar tidak menjadi bumerang,” kata dia. Bumerang yang dimaksud Ong tak lain karena adanya unsure ‘harga murah’ untuk mobil itu sendiri sehingga dikhawatirkan menjadi produk konsumsi massal.

“Untuk awal dijajal dengan mobil tak masalah. Tapi berikutnya semoga bisa diarahkan ke transportasi public agar tak menjadi persoalan transportasi ketika semua orang sudah merasa bisa membeli mobil,” kata dia.

Kejengahan ini karena Ong sejumlah pihak sudah berlomba memesan mobil tersebut. Sementara pemerintah belum bisa menuntaskan permasalahan transportasi.

Ia menyoroti persoalan itu karena penggunaan mobil juga menyangkut persoalan mentalitas. “Di sini mobil masih fashion, bukan fasilitas produksi sehingga orang gampang sekali beli jika merasa punya duit,” kata dia.

Satu sisi digemborkan himbauan untuk menggunakan sepeda demi menjaga lingkungan dan pengehmatan energi. Namun “Tapi di sisi lainnya sekarang muncul rangsangan belilah mobil sendiri karena harganya murah, Jadi absurd kalau salah arahan,” kata dia.

PRIBADI WICAKSONO.

Sabtu, 07 Januari 2012

Marsinggo - Dahlan Iskan Dinilai Dapat Gantikan SBY

  
Riski Adam
07/01/2012
Liputan6.com, Jakarta: Nama Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan kian meroket setelah berhasil mengangkat nama PLN. Terlebih Dahlan Iskan piawai dalam membangun opini positif di media massa. Sosok Dahlan pun dinilai cocok untuk menggantikan posisi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilu 2014.

"Untuk 2012 ke depan kemungkinan nama Dahlan juga akan muncul. Jika nanti kalau Dahlan Iskan terus membaik maka dia dapat menjadi pengganti SBY di tahun 2014," ungkap Direktur Riset Developing Countries Studies Center (DCSC) Abdul Hakim saat ditemui usai menggelar laporan tahunannya di Kantor DCSC, Jakarta, Sabtu (7/1).

Lebih lanjut Hakim mengatakan, selama ini baru ada satu partai besar yang melirik Dahlan untuk dijagokan sebagai Capres 2014 yakni Partai Keadilan Sejahtera meski tidak secara terang-terangan. Jika popularitas Dahlan terus meroket maka pada akhirnya Dahlan juga akan ditetapkan sebagai kandidat yang patut diperhitungkan.

"Saya pikir kalau PKS perolehan suaranya bisa mencalonkan sendiri dan popularitas Dahlan terus membaik juga akan dicalonkan juga. Karena manuver Dahlan dalam dua bulan terakhir ini juga luar biasa," jelasnya. "Jadi tahun 2014 itu bukan siapa-siapa, bisa jadi nama-nama baru ini bisa muncul dan dijagokan," pungkas Hakim.(JUM)

Marsinggo - Ada Krisis di Selat Hormuz, Presiden SBY Surati PBB

  
Sabtu, 7 Januari 2012 - 16:58 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Presiden SBY  mengirimkan surat kepada Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) agar mengambil langkah-langkah yang semestinya terkait situasi di Selat Hormuz yang tengah bergejolak.
Memanasnya situasi di selat yang memisahkan Iran dan Uni Emirat Arab ini dapat mengganggu kelancaran pasokan minyak bumi dari Timur Tengah.
“Ini semata-mata untuk perekonomian dunia, bangsa-bangsa, termasuk negara berkembang dan Indonesia sendiri yang berjuang meningkatkan pertumbuhannya,” Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan hal ini dalam bagian lain pengantarnya pada sidang terbatas kabinet di Kantor Presiden.
Kepala Negara menyatakan bahwa kalau terjadi sesuatu di Selat Hormuz maka akan terjadi gejolak luar biasa terhadap harga minyak bumi. “Mungkin kalau harga melonjak yang akan diuntungkan adalah negara-negara yang memproduksi minyak. Tapi negara negara berkembang yang tidak produksi akan dirugikan,” Presiden menambahkan. Oleh karena itu, Indonesia menyerukan agar semua pihak bisa menahan diri agar tidak terjadi sesuatu.
Perihal isu di kawasan Timteng lainnya, Presiden SBY juga memberikan atensi sungguh-sungguh tentang situasi ketegangan menyangkut program nuklir yang ada di Iran. Situasi ini telah memunculkan banyak spekulasi. Terkait hal ini Indonesia berpendapat isu itu dapat diselesaikan secara damai tanpa perlu aksi militer.
“Indonesia berpendapat seharusnya PBB dan International Atomic Agency (IAA) dapat berperan dan memberikan solusi yang baik akan hal itu,” kata SBY. “Tidak perlu secara eskalatif dan mendorong ke penggunaan kekuatan militer dari pihak manapun juga. Ini yang diharapkan oleh indonesia,” Presiden menegaskan, sebagaimana disiarkan laman presidenri.go.id.
Selat Hormuz merupakan satu-satunya jalur untuk mengirim minyak keluar Teluk Persia. Selat ini terletak di antara Teluk Oman dan Teluk Persia. (dms)
Bookmark and Share

Marsinggo - Khofifah Indar Parawansa yang Kini Masuk ”Bursa” Pilpres


  Padang Ekspres •
Rabu, 04/01/2012 13:28 WIB • Dian Wahyudi—
Sejumlah partai politik mulai gemar menggulirkan ke publik nama-nama calon presiden atau calon wakil presiden yang berpotensi diusung pada Pemilu 2014 nanti. Nama Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa ikut menggelinding di antara mereka.

SEBAGAI ibu, Senin (2/1), hampir seharian penuh Khofifah menemani sang bungsu, Ali Mannagalli, di rumah. Putra keempat yang dikandung saat dia masih menjabat menteri pemberdayaan perempuan pada era Presiden Abdurrahman Wahid itu baru saja dikhitan.

”Nanti kalau dengar ada anak nangis atau ngrengek, jangan heran ya,” kata Khofifah di kediamannya, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan. Momen Khofifah punya banyak waktu untuk menemani anak-anaknya seperti itu tidak berlangsung setiap hari. Maklum, ibu empat orang anak tersebut punya segudang aktivitas dan tanggung jawab di luar rumah.

Pada malam sebelum mengkhitankan putranya, misalnya, Khofifah baru sampai di rumah menjelang tengah malam. Sebab, perempuan kelahiran Surabaya, 19 Mei 1965, itu masih harus menjalani live di salah satu stasiun TV swasta. Dia didapuk menjadi salah seorang juri pemilihan dai muda. Acara tersebut baru selesai pukul 22.00 WIB.

Kegiatan di layar kaca itu hanya bagian kecil kesibukannya. Di luar aktivitas sebagai ketua umum PP Muslimat, Khofifah juga menyandang tanggung jawab sebagai wakil ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Itu merupakan sebuah lembaga nonpemerintah yang menjadi wadah gerakan koperasi di tanah air.

”Dekopin ini agak banyak juga menyita energi saya,” ujar Khofifah. Setidaknya, dalam tiga tahun terakhir, dia harus menjalani sejumlah lawatan ke luar negeri. Bahkan, intensitasnya semakin meningkat beberapa waktu terakhir. Itu berkaitan dengan penetapan 2012 sebagai tahun koperasi dunia.

Banyak negara di Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga Asia akan terlibat dalam gerakan menghidupkan dan menyemarakkan gerakan koperasi tersebut. Tak terkecuali sejumlah negara maju di dunia. Misalnya, Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

”Lewat Dekopin, saya ingin ikut mendorong adanya kebijakan ekonomi di Indonesia yang bisa menyeiringkan secara setara kebijakan pro poor dan pro bisnis, bukan lagi bertingkat seperti sekarang,” terang Khofifah.

Dengan panjang lebar, dia lantas membeberkan kondisi koperasi di Indonesia jika dibandingkan dengan koperasi di negara-negara lain. Dari situ tampak bahwa istri Indar Parawansa itu cukup menguasai bidang tersebut.

Menurut Khofifah, kebijakan ekonomi di Indonesia masih belum berpihak secara sungguh-sungguh terhadap koperasi, usaha kecil, dan mikro. Padahal, sebagai penggerak ekonomi masyarakat bawah, pemerintah seharusnya lebih memberikan prioritas.
”Negara kaya saja pro koperasi, tidak semuanya free market. Kenapa Indonesia masih belum menerapkan kesetaraan perlakuan, masih lebih melindungi perusahaan besar?” sesalnya, sambil membeberkan sejumlah alasan.

Aktivitas tinggi Khofifah itu tentu saja harus juga dijalan kan beriringan dengan tanggung jawabnya di beberapa tempat lain. Terutama di Muslimat NU. Sebagaimana diketahui, pada pertengahan 2011 lalu, dia kembali dipercaya memimpin organisasi di bawah NU yang mewadahi kalangan perempuan tersebut untuk periode ketiga.

Bahkan, terpilihnya Khofifah tidak melalui pemilihan secara voting. Dia ditetapkan sebagai ketua umum lewat proses aklamasi. ”Menurut saya, karena terpilih lewat aklamasi, bukan voting, beban amanat yang harus saya emban sekarang lebih berat daripada sebelumnya,” ujarnya.

Meski tetap berbagi tugas dengan jajaran pimpinan lain, energi dan pikiran Khofifah juga tetap tercurah besar untuk terus menggerakkan dan mengembangkan organisasi. Bagaimana tidak, hingga saat ini, selain kepengurusan mulai dari tingkat wilayah (provinsi), cabang (kabupaten/kota), hingga ranting (desa), Muslimat NU juga harus merawat sejumlah asetnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

”Semua yang saya lakukan sekarang, konsentrasinya adalah layanan umat, berusaha memberikan makna bagi umat, tidak ada tendensi politik,” tegas mantan politikus PPP yang kemudian sempat bergabung dengan PKB itu.

Penegasan tersebut juga disampaikan Khofifah untuk menyikapi mulai disebut-sebutnya nama dirinya oleh sejumlah parpol sebagai bakal capres atau cawapres 2014 nanti. ”Sudahlah, kita sekarang bicara umat saja dulu,” elak ketua Yayasan Khadijah Surabaya itu. (*)
[ Red/Redaksi_ILS ]

Selasa, 03 Januari 2012

Marsinggo - Kiambang

Jikok Kiambang ka dibaco,
itulah samalang-malang untuang.

Iduik nyo manyisiah-nyisiah,
kok inggok manapi-napi,
katangah takuik dek galombang.

Lai baurek indak cukam,
tajuntai kapalang turun,
Walaupun tumbuah di tapi,
tarandam-randam nyo tak basah,
tarapuang-rapuang nyo tak anyuik.

Biduak lalu awak basibak,
dek angin badan batundo,
apolagi riak nan mahampehkan.
Baa lah kajadinyo

Kiambang adolah simbol manusia lamah darah bamental loyo.
Sadangkan iduik ko parsaingan nak,
parang ganas medannyo kejam,
tekad mambantu nan partamo,
misiu nan kaduo.

Ragu-ragu dalam basikap,
bimbang satiok kaputusan,
alamaik awak mati,
satokok awak lah kalah sabalun parang.

Urang panggamang mati jatuah nak,
urang pandingin mati anyuik,
takuik jo bayang-bayang surang.

Dek sabab karano itu,
yakin-yakin jo pandirian.
Jaan bak payuang tagajai pasak jo lamah bingkai,
Sa ambuih angin lalu,
awak lah kucuik mati aka.

Tapi naiakkan panji-panji awak tu,
bangkikkan Nur Muhammad,
kipehlah baro tungku batin.

Sakali masuak ka galanggang,
pantangkan babaliak pulang.
Patah sayok batungkek paruah,
lagu nan usah tabangkalai,
cilako ayam disabuangan.
(Disadur dari Kaset: Pitaruah Ayah, Yus Dt Parpatiah)